Metrosulbar com (Mamuju)– Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar pimpinan DPRD Mamuju, ricuh.

Hal tersebut terjadi setelah keadaan memanas antara Anggota DPRD Mamuju yang hadir dalam rapat, sejumlah anggota dewan mempertanyakan penjadwalan rapat dengar pendapat pada Rabu (12/1).

Pasalnya RDP pembahasan Pilkades telah digelar pada Selasa 12 Januari kemarin, dengan kesepakatan penundaan Pilkades hingga Juni Mendatang.

Anggota Fraksi Hanura, Mervie Parasan kemudian bersikeras jika RDP tidak mempunyai hak untuk membatalkan Pilkades yang akan digelar Februari ini (sesuai dengan SK Bupati pada 23 Desember 2020).

“Secara kewenangan DPRD tidak punya hak untuk membatalkan Pilkades, karena ini hak perogratif Bupati,”

Sejumlah anggota DPRD Mamuju lainnya kemudian mempertanyakan perihal ketidak hadiran Mervie dalam RDP yang digelar kemarin.

“Rapat kan sudah kita gelar kemarin, kenapa bapak tidak hadir,” tutur Masramjaya.

Selain itu, ketua komisi I itu, mengatakan jika seharus semua pihak fokus pada subtansi pembahasan rapat, sehingga bisa kondusif.

“Ada apa ini, rapat kita gelar kemarin dan mereka tidak hadir, kemudian pembahasannya diluar dari subtansi dan melebar kemana-mana, apa hubungannya Pilkada Bupati dan Pilkades coba, langkah penundaan kita usulkan sebagai fungsi pengawasan DPRD. sehingga pengambilan keputusan tidak di ambul sewenang-wenang,” tutur Sugianto.

Kronologis – Rapat dengar pendapat (RDP) yang kembali digelar Pimpinan DPRD Mamuju pada Rabu (13/1) dipertanyakan anggota rapat, meski Rabu 12 Januari Kemarin RDP telah dilaksanakan dengan point rekomendasi penundaan Pilkada.

Kemudian mervie Parasan dari Fraksi Hanura bersikeras jika hasil RDP 12 Januari kemarin tidak punya dasar hukum.

Dalam lanjutannya, Mervie Parasan kemudian membahas hasil Pilkada Mamuju yang menyebut jika Bupati terpilih (Sutinah Suhardi) telah menghabiskan banyak dana dalam Pilkada Mamuju, sehingga 100 tahun pun jadi Bupati tidak akan mengembalikan uangnya.

“Saya tau kenapa Pilkades ini mau ditunda, menunggu pelantikan Sutinah kan?, yang dikira akan terlaksana pada bulan dua. Saya akan melawan meskipun sendiri, dan tidak takut sama siapa pun,” demikian ucap Mervie dengan nada kuat.

Sejumlah anggota rapat yang hadir kemudian tersulut emosi, menganggap jika subtansi yang dibicarakan Mervie kelewat batas. Dan semestinya tidak membahas hasil Pilkada yang telah usai.

Kericuhan kemudian terjadi antara sejumlah anggota rapat yang hadir dengan Mervie, sempat terlihat botol mineral melayang ke arah Mervie kemudian seluruh anggota rapat berusaha menenangkan suasana yang memanas.

Rapat RDP yang rencananya akan membahas perincian anggaran Pilkades kemudian bubar.

Liputan khusus : Hendrik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini