*Oknum Karyawan PT SSI Berhasil Bobol Mesin ATM BNI*

0
112
Nakal, Oknum Karyawan PT SSI Berhasil Bobol Mesin ATM BNI.

METROSULBAR COM//-Alasan tidak punya uang, salahseorang pegawaidari PT SSI inisial JM, harus berurusan dengan anggota Subdit 3 Jatanras Polda Sulbar, akibat ketahuan membobol mesin Anjungan Tunai Mandiri ( ATM ) milik Bank BNI. Tidak tanggung – tanggung uang dalam mesin ATM yang berhasil disikat sudah berjumlah 354 Juta rupiah berdasarkan hasil audit PT SSI.

Dikonfirmasi kepada Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Nyoman Artana mengatakan, berdasarkan informasi dan laporan yang diterima team Jatanras Polda sulbar langsung bergerak sehingga berhasil mengungkap aksi kejahatan dengan modus baru yaitu pencurian uang di mesin ATM. Kamis ( 15/4 )

Nyoman mengaku, profesi pelaku memang bukan sembarang pekerjaan. Pelaku yang bekerja dibawah naungan PT SSI, bisa memperbaiki mesin ATM yang eror bahkan bisa mengisi uang di mesin ATM.

Terkait kasus ini, ungkap Nyoman, modus yang dilakukan pelaku adalah berpura – pura memperbaiki ATM yang sebelumnya telah ia modifikasi, dimana pelaku memasang mesin agar tidak sempurna sehingga uang dalam ATM tidak bisa ditarik oleh setiap nasabah.

Lanjut kata Nyoman, cara licik yang dilakukan oleh pelaku rupanya berhasil, dan sontak pihak Bank BNI kembali menegaskan pelaku memperbaiki mesin ATM yang error tersebut. dari kesempatan dengan modus memperbaiki mesin ATM, pelaku leluasa melancarkan aksinya dengan mengambil uang sedikit demi sedikit di mesin ATM kemudian ditutup kembali.

“pelaku bahkan pernah sekali melakukan aksinya dengan langsung mencuri uang dalam mesin ATM sebanyak 59 juta,” jelas Dirkrimum.

Masih dia, dari pengakuan pelaku dihadapan penyidik, aksinya sendiri sering dilakukan di dua lokasi berbeda yaitu di ATM yang berada halaman kantor Bupati dan kantor Polres Pasangkayu. Masih dia, uang hasil kejahatan di pergunakan oleh pelaku untuk membeli 1 unit truk diesel dan selebihnya digunakan untuk keperluan kebutuhan pribadinya

“ Atas perbuatanya pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatanya dengan sangkaan pidana pencurian dan penggelapan dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.” tegas Nyoman.

Tim/Metrosulbar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here