(Mamuju) Kabar Pergantian Kapolda Sulbar, Irjen Pol Verdianto Bitticaca, yang akan digantikan oleh pejabat baru Irjen Pol Adang Ginanjar, mendapat kritikan dari aktivis pemerhati HAM di kabupaten Mamasa.
Tambrin aktivis pemerhati HAM Kabupaten Mamasa, mengatakan adanya mutasi Kapolda Baru di lingkup Polda Sulbar, meminta kepada pejabat baru agar bisa menuntaskan kasus kasus Pembunuhan extrim yang menewaskan pasangan suami ( Pasutri ) di Kecamatan Aralle tahun 2022.
“ Tentu kami sangat berharap kepada pak Kapolda baru ini, untuk bisa menuntaskan kasus pembunuhan Pasutri di Kecamatan Aralle, “kata Tambrin.
Menurut nya penanganan kasus ini sudah hampir setahun namun sampai saat ini belum jelas apa hasilnya.
“ Kasus ini sudah hampir tenggelam dan seakan terabaikan selama ini padahal kejahatan yang menimpa Pasutri itu adalah salah satu kejahatan tersadis sepanjang peradaban di tanah Pitu Ulunna salu, bagaimana tidak, pembunuhan yang menimpa Pasutri sangatlah misterius sebab sampai saat ini Kepolisian lingkup Polda Sulbar, belum juga bisa mengungkapkan kasus yang begitu kejam itu.” ungkapnya
Dia mengaku, persoalan ini akan terus dimonitoring dan terus mengawalnya sampai tuntas. Namun sampai saat ini, belum mengetahui alasan Polisi tidak bisa mengungkap kasus kematian Pasutri tersebut.
“ Kami tidak tahu apa kendala yang dialami Polda Sulbar, sehingga tidak bisa mengungkapkan kasus tersadis ini, apakah kurangnya alat canggih untuk deteksi atau seperti apa yang jelas kinerja Polda Sulbar selama ini sangat lamban dalam hal penanganan kasus misterius itu.” ujarnya.
Dia menambahkan, kepada pejabat baru Kapolda Sulbar untuk fokus kepada pengungkapan kasus pembunuhan Pasutri itu.
Dia berharap, tidak ada lagi kasus – kasus yang terjadi di Sulbar seperti ini.
“ Jadi sekali lagi saya selaku aktivis bersama rekan – rekan mewakili masyarakat keluarga korban meminta kepada pak Kapolda baru untuk memfokuskan kasus ini, hingga kedepan terang benderang siapa dalang pembunuhan pasutri itu, dan kita berharap tidak ada lagi kejahatan tersadis tumbuh subur di Sulawesi Barat secara khusus di Kecamatan Aralle, “ pungkasnya.
Dikutip = indigo com
Red/ metrosulbar.


















