
Terkait Suardi Yusuf bergabung dengan Demokrat, saya kira itu adalah Hak individu yang bersangkutan, Karena Beliau Sudah Mundur dari Keanggotaan Partai NasDem,tegas Jayadi
Metrosulbar Com (MAMUJU)- Menjelang Deklarasi Koalisi Kerakyatan sejumlah tokoh- tokoh penting baik Di Mamuju maupun di Sulawesi Barat satu persatu menyatakan siap bergabung dalam gerbong besar Koalisi Kerakyatan Habsi-Irwan ada nama H Anwar Adnan Saleh mantan gubernur Sulbar serta Mantan Sekdaprop Sulbar, H Ismail Zainuddin, Hapati Hasan serta Tokoh muda mantan Aktivis Muhaimin Ismail dan sejumlah nama yang tidak asing bagi warga Mamuju bakal mewarnai gerbong besar Koalisi bahkan ketua Koalisi Kerakyatan HI pun di dapuk dari tokoh masyarakat H Hamzah Sula, sebagaimana disampaikan Sekretaris Koalisi H Muhammad Jayadi. Ahad, 23/08/2020.
Saat ini panitia pelaksana Deklarasi yang di komandani H Damris bersama Mervie Parasang sudah mempersiapkan sejumlah agenda dalam rangka mensukseskan acara yang sedianya berlangsung pada 30 Agustus mendatang.
Muhammad Jayadi Sekretaris Koalisi Kerakyatan Habsi-Irwan yang juga Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Sulbar yang dimintai tanggapannya terkait adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Suardi Yusuf mantan ketua DPC Partai Kalukku tinggalkan Partai NasDem dan bergabung dengan Demokrat itu adalah Hak individu yang bersangkutan. Apalagi beliau sejak Februari lalu sudah mengundurkan diri secara resmi dari keanggotaan Partai NasDem.
” Beliau baik dan sudah beberapa waktu lalu mengundurkan diri, yah itu pilihan politiknya mau bergabung dimana parpol manapun harus dihargai”, terang Jayadi.
Hal ini membuktikan bahwa di kabupaten Mamuju iklim demokrasi berjalan sukses,tanpa ada individu yang dikebiri hak politiknya, jelas Jayadi.
Jadi saya kira hal ini sudah jelas dan tidak perlu dibesar-besarkan apalagi jika ada unsur yang terkesan kurang elok yang mengaitkan kepindahan beliau dengan kepentingan pribadinya, tegas Jayadi.
Partai NasDem sebagai Partai Modern sangat menghargai pluralisme dengan semangat Gerakan Perubahan dan sangat dinamis namun tegas dalam prinsip politik”, jelas Jayadi.
” jadi bila ada kader yang tidak loyal atau setengah-setengah dalam sikap politiknya mendukung Habsi-Irwan ini di Pilkada Mamuju tentu sinyal dan dipertanyakan integritasnya selaku kader yang tunduk patuh terhadap keputusan DPP Partai NasDem, tegas Jayadi.
(Abdul Halik/Tapalang Barat/Metrosulbar )




