
POLMAN>Rumah Sakit Umur Daerah ( RSUD ) Polewali Mandar ( Polman ) kembali menuai sorotan publik. Pasalnya seorang ibu hamil harus rela kehilangan bayinya saat melahirkan karena diduga lambat mendapatkan penanganan dari medis karena diduga terjangkit Covid – 19.
Ibu hamil yang berasal dari salahasatu kelurahan di Kabupaten Polman, harus pasrah kehilangan anak kandungnya sendiri. Dan kondisi yang dialami sang ibu langsung menyita perhatian anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Polman dengan melakukan inspeksi mendadak ( Sidak ) ke RSUD Polman .
Sebelum dilakukan Sidak oleh anggota dewan, wartawan pojokcelebes.com berhasil menemui keluarga pasien di RSUD insial PS. Kepada media ini PS mengaku, dirinya sudah satu hari berada di RSUD Polman, setelah di rujuk dari salahsatu Pustu, selama di rumah sakit sang pasien tidak ada kepastian mendapat penanganan dari pihak RSUD Polman.
” Saya masuk kesini sejak tadi pagi ( kemarin ), setelah dirujuk dari Pustu, namun setelah sampai disini belum ada kepastian, ” kata PS yang mengaku selama di RSUD kondisi pasien lemah karena sudah Dua hari tidak bisa tidur.
Melihat kondisi pasien, kata PS, pihak keluarga mencoba memberanikan diri menanyakan ke dokter, salahsatu alasan dari dokter lambat penanganan karena pasien dikhawatirkan terjangkit Covid 19.
” Alasannya tidak ditangani karena takut sama virus corona, padahal ibu hamil ini hanya mengalami flu saat dijalan menuju RSUD, ” ujarnya
Terkait hal itu, Direktur RSUD Polman Andi Emy Purnama, membantah keras telah lalai menangani kasus pasien positif Covid 19. Menurutnya hal tersebut sudah sesuai dengan standar pelayanan RSUD. Lanjut dia katakan, pasein ibu hamil tersebut dari hasil Rapid testnya adalah reaktif sementara hasil swabnya juga postif Covid – 19.
” Sebenarnya ibu ini sudah di screening di Pustu dan hasilnya aman, namun saat akan dilakukan tindakan operasi Caesar, pihak RSUD mengindikasikan pasien tersebut akan masuk ICU, sementara Protap masuk ICU harus diperiksa kembali kondisi tubuhnya dengan dilakukan Rapid test dan hasilnya positif, kemudian pihak RSUD langsung mengambil swab dan hasilnya pun pasien tersebut positif Covid 19,” sebut Andi Emy Purnama yang ditemui di ruangannya.
Setelah dinyatakan positif Covid 19 oleh pihak RSUD Polman, kemudian mengambil langkah untuk merujuk pasien tersebut ke RSU Regional Mamuju, karena RSUD Polman belum memiliki ruangan khusus untuk operasi Caesar bagi pasien positif covid 19.
Lebih lanjut Emy katakan, setelah di rujuk ke RS regional Mamuju, ternyata RS regional Mamuju juga belum belum memiliki tempat khusus untuk operasi Caesar bagi pasien positif Covid 19, tetapi pihak RSUD Regional menawarkan untuk dilakukan operasi di ruangan seandanya, namun pihak keluarga menolak dan meminta untuk dikembalikan ke RSUD Polman. Lanjut kata dia, rujukan pasien hamil yang bolak balik dari RS Polman ke RSUD Regional Mamuju lalu kembali ke Polman. Pihak RSUD Polman terpaska langsung melakukan tindakan dengan mengorbankan satu ruangan tempat operasi Caesar.
” Setelah sampai di RSUD, kami terpaksa mengorbankan Satu ruangan khusus untuk operasi Caesar pada pukul 04.00 dini hari, setelah ditindakan operasi kondisi ibu Baik, tapi bayinya tidak selamat, ” Ujarnya
Sementara Ketua DPRD Polman Jufri Mahmud, menyayangkan keterlambatan penanganan pihak RSUD hingga bayi dari pasien tersebut meninggal dunia.
” Kami menyayangkan keterlambatan langkah yang diambil oleh pihak RSUD dan semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” Ujarnya.
(***)


















