BMKG menghimbau Warga kembali ke rumah, disisi lain BMKG mengeluarkan peringatan gempa susulan berpotensi hingga 3 Minggu kedepan.
Bingung ki’??
Jangan bingung,, dua keadaan itu erat kaitannya.
Agus ST. Kepala Stasiun meteorologi Majene membenarkan dua informasi itu.
BMKG meminta warga yang kondisi rumahnya masih utuh dan tdk mengalami keretakan dihimbau dapat kembali beraktivitas di rumah, namun dianjurkan untuk lebih banyak beraktivitas di teras rumah. Sementara untuk warga yang rumahnya mengalami keretakan dihimbau agar dapat membuat tenda didepan rumah saja dan sebisa mungkin meminimalkan aktivitas dalam rumah.
Sementara informasi terkait gempa susulan yang berpotensi hingga Tiga minggu kedepan merupakan hal yang wajar. Mengingat gempa terjadi setiap saat di seluruh dunia. Apalagi gempa besar baru saja terjadi di Sulawesi Barat, jadi sangat wajar jika gempa susulan masih akan terjadi hingga tiga minggu kedapan, mengingat lempeng bumi masih terus bergerak. Justru Gempa di Mamuju dan Majene ini dianggap relatif kecil. Gempa Lima kali Sehari hanya terjadi setelah gempa utama Jum’at 15 Agustus, selebihnya gempa terjadi per dua hari, misalnya hari ini gempa maka besok tidak akan gempa, esok lusa baru gempa kembali. saat terjadi gempa susulan per dua hari inipun terhitung hanya dua kali. Sehingga BMKG bisa menarik kesimpulan bahwa cukup aman untuk kembali ke rumah, tentu dengan batasan-batasan yang disebutkan sebelumnya. Apalagi jika membandingkan riwayat gempa yang pernah terjadi di Mamasa. Di Mamasa sendiri, setelah gempa utama, gempa susulan terjadi setiap harinya selama beberapa minggu, dan dalam sehari gempa susulan di Mamasa dapat terjadi hingga 10 kali. Perbandingannya dianggap cukup jauh. Namun kewaspadaan masih tetap diharapkan mengingat gempa susulan masih berpotensi…
(Wawancara RRI Mamuju bersama Kepala Stasiun Meteorologi Majen, Agus S.T.)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini