METROSULBAR COM (Jakarta )-Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA -PTKIN) Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Indonesia, Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Ilmu Informatika dan Komputer Nasional (DPP Permikomnas) dan Aliansi Mahasiswa dan Aktivis (AMAN-Indonesia) terus memaksimalkan pemerataan vaksinasi kepada mahasiswa se-Indonesia.

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Acara itu dihadir secara langsung oleh Bapak Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono yang melakukan kunjungan kebeberapa perguruan tinggi ,ke STKIP Muhammadiyah Bogor. Setibanya di lokasi wakapolri langsung mengecek kegiatan vaksinasi.
“Kedatangan saya kesini untuk melihat secara langsung, yang pertama pelaksanaan dari pada vaksinasi yang kita telah laksanakan di seluruh Indonesia, termasuk di Bogor,” kata Komjen Gatot kepada wartawan, hari Sabtu kemarin .
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, bahwa mahasiswa dan masyarakat yang ikut menjalani vaksinasi berkat peran semua pihak dan memberi contoh yang terbaik untuk masyarakat indonesia.
Gatot menambahkan, tidak mungkin Polri, TNI, atau pemerintah bekerja sendiri untuk segera mencapai herd immunity. Hal itu disampaikan Gatot saat memberikan sambutan dalam membuka acara vaksinasi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Bogor bersama dengan BEM STKIP Muhammadiyah, BEM Laaroiba, BEM IUQI di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Raya Leuwiliang No. 106 Kec. Leuwiliang Kabupaten Bogor.
“Di masa pandemi seperti ini, tidak boleh ada perbedaan atau saling terpecah belah, karena komitmen bersama saat ini yaitu memutus penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Gatot mengapresiasi langkah Gerakan Mahasiswa Nasional yang menggelar vaksinasi massal.
Selanjutnya Wakapolri menekankan kedepannya mahasiswa di Bogor untuk menjalankan PPKM Mikro ini dapat terus dijalankan dengan Prokes 5M dan bagi pihak puskemas agar tetap menjalankan 3T dengan metode yang benar.
Diakui Wakapolri seluruh pihak sudah capek menangani penyebaran penyakit menular COVID-19, tapi meminta warga tetap harus semangat untuk memutuskan mata rantai penularan.
“Patuhi 5M dan Kuatkan 3T. Serta lakukan Isolasi Mandiri dengan baik. Jika tidak memungkinkan Pemerintah Daerah telah menyiapkan Isolasi Terpusat.
Untuk itu edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar dapat meminimalisir,” Jelas Wakapolri.
Penulis= Wartawan Senior
” RIFANDY/Jakarta”/EDITOR=LAODE M/REDAKSI.


















