Mamasa (Metrosulbar.)-Pembelian bibit coklat yang bersumber dari dana desa di Desa botteng Kecamatan mehalaan barat Kabupaten mamasa diduga tidak sesuai dengan laporan realisasi anggaran yang dipublikasikan pemerintah desa melalui aplikasi Jaga Desa.

Dugaan tersebut mencuat setelah masyarakat membandingkan data laporan resmi dengan jumlah bibit yang diterima di lapangan.

Informasi awal terkait dugaan ketidaksesuaian tersebut diperoleh dari masyarakat penerima bantuan bibit coklat.

Warga kemudian mencocokkan data tersebut dengan laporan realisasi kegiatan yang diposting langsung oleh pemerintah desa di aplikasi Jaga Desa. Dari hasil perbandingan itu, warga menilai terdapat perbedaan antara jumlah bibit yang dilaporkan dan yang diterima masyarakat.

“Data di aplikasi Jaga Desa mencantumkan jumlah pembelian bibit coklat tertentu, namun ketika dibagikan ke masyarakat jumlahnya tidak sesuai,” ujar salah satu warga.

Warga berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait pengadaan bibit coklat tersebut, termasuk jumlah bibit yang dibeli, harga satuan, serta mekanisme pendistribusiannya.

Mereka juga meminta agar pihak terkait melakukan klarifikasi guna memastikan pengelolaan dana desa berjalan transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa botteng belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian pembelian bibit coklat tersebut. Upaya konfirmasi telah dilakukan, namun belum mendapat tanggapan.

Masyarakat berharap persoalan ini dapat ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan maupun instansi pengawas agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
” BERITA BERSAMBUNG”

( r u s l i )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini