METROSULBAR- Praktik penyelewengan pupuk bersubsidi diduga semakin terorganisir. Sejumlah pengusaha nakal disebut kerap mengangkut pupuk subsidi secara diam-diam pada malam hari, melintas ke wilayah Kabupaten Mamuju Tengah hingga Kabupaten Pasangkayu, untuk kemudian diperjualbelikan kembali kepada petani dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Informasi yang dihimpun dari warga dan petani setempat menyebutkan, pupuk subsidi diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka maupun tertutup pada malam hingga dini hari.
Waktu pengangkutan tersebut diduga sengaja dipilih untuk menghindari pengawasan aparat dan pantauan masyarakat.
“Biasanya lewat tengah malam. Mobil bermuatan pupuk sering terlihat melintas ke arah Mamuju Tengah dan Pasangkayu,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Setelah tiba di daerah tujuan, pupuk kemudian dijual kembali kepada petani dengan harga yang jauh melampaui HET, memanfaatkan kondisi kelangkaan pupuk di tingkat kelompok tani.
Sejumlah petani mengaku terpaksa membeli pupuk tersebut meski dengan harga tinggi. “Kalau tidak beli, tanaman bisa gagal. Mau tidak mau kami ikut harga pasar,” kata seorang petani.
Herman wely Ketua LSM LP KPk kabupaten mamasa
menilai modus pengangkutan lintas daerah pada malam hari mengindikasikan adanya pelanggaran serius terhadap sistem distribusi pupuk subsidi. Selain merugikan petani, praktik ini juga berpotensi menyebabkan kerugian negara.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat penegak hukum (APH) di wilayah terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan pengangkutan dan peredaran pupuk subsidi lintas kabupaten tersebut.
Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Masyarakat mendesak agar pengawasan jalur distribusi dan lalu lintas pupuk subsidi diperketat, khususnya pada jam-jam rawan, serta meminta adanya penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan pupuk subsidi demi keuntungan pribadi.
( R U S L I )




















