Metrosulbar com(POLMAN)-Polewali-Universitas Al Asyariah Mandar yang terletak di Kec. Polewali Kab. Polewali Mandar menjadi pembuka agenda pada hari kedua Direktur Jenderan Pendidikan Islam Kemenag RI di Sulawesi Barat.


Kunjungan Dirjen Pendis Kemenag RI tersebut dalam rangka memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Unasman (13/03/21).
Namun ada hal unik dalam kunjungannya kali ini. Kedatangan Dirjen Pendis dan rombongan disambut dengan musik kesenian tradisional Mandar ‘Parrawana’.
Irama Parrawana mengantarkan Mantan Direktur Pascasarjana UIN Gunung Jati menuju Auditorium Prof. Dr. KH. Sahabuddin sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan kuliah Umum.
Didampingi Rektor Unasman Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M. Si., Dirjen Pendis Kemenag RI memberikan kuliah umum di hadapan ratusan peserta.
Mengawali perkuliahnya, Pejabat eselon I pada Kemenag RI ini memberikan spirit kepada para mahasiswa dan dosen yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan perlunya ilmu pengetahuan dalam mengarungi sebuah hidup. Ia pun menjelaskan jika kekuatan manusia bukan terdapat pada bentuk wujud dan fisiknya akan tetapi kekuatan sebenarnya terletak pada akal dan pikirannya.
Dia juga menyampaikan, jika peningkatan sebuah akal dan pikiran tergantung dari ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dalam metode proses pembelajaran kepada Mahasiswa dibutuhkan empat hal yang harus dilakukan sebuah universitas, yakni learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.
Oleh karenanya, dibutuhkan mahasiswa yang mampu belajar dengan cepat untuk mengikuti perkembangan agar bisa menguasai zamannya.
Sebab itu, Dirjen Pendis Kemenag RI ini mengharapkan setiap mahasiswa tanpa lelah mengejar ilmu Karena jika hal itu tidak dilakukan, maka mahasiswa tersebut akan merasakan pedihnya sebuah kebodohan.
“Mahasiswa yang malas menimbah ilmu maka bersiaplah meraskan pedihnya sebuah kebodohan” tuturnya.
Red/Metrosulbar com


















