METROSULBAR ( MAMUJU)-Berdasarkan hasil Jumpa Pers DI WARKOP 89 MAMUJU Yang di Pimpin Langsung Ketua PWI Sulbar Bapak Sulaeman Rahman sebagai Panitia peluncuran Buku ” Jejak Langkah Dan pemikiran Bupati Sulawesi Barat Periode 1960 Sampai tahun 2023 Seluruh Organisasi Pers akan dilibatkan termasuk Para pimpinan Media cetak maupun Online dalam Peluncuran Buku ‘Jejak Langkah dan Pemikiran Bupati Sesulawesi Barat tahap kedua yang direncanakan tanggal 20 Mei 2024 yang akan datang rencana ditempat Acara di Hotel D,MALEO Mamuju.
Menurut nya literasi penting ini perluh kita libatkan Seluruh organisasi dan perusahaan pers didaerah ini sehingga nampak kekompakan seluruh Elemen pekerja Pers bersatu.
Buku “Karya Sarman Sahuding” Wartawan Anggota Pwi Sulawesi Barat ,rencana akan meluncurkan kembali pada tanggal 20 Mei 2024 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
Kepanitiaan launching pun sudah terbentuk. Ketua PWI Sulbar Sulaeman Rahman,sebagai ketua panitia, Ketua AJI Kota Mandar Rahmat sebagai sekretaris, dan Ketua IJS Irham Azis sebagai bendahara kepanitiaan.
Organisasi lainnya seperti IWO, Join, SMSI, dan JMSI juga ikut terlibat.
Ketua panitia Sulaeman Rahman mengatakan, keterlibatan pers dalam peluncuran buku “Jejak Langkah dan Pemikiran Bupati Sesulawesi Barat (1960-2023)” selain sebagai cara mendorong peningkatan literasi, juga merupakan momentum untuk lebih mempererat persatuan antar wartawan bertugas di Sulawesi barat.
“Buku ini adalah dokumenter, sejarah masa lampau dan masa sekarang yang pernah menduduki Jabatan Politik Sebagai Bupati Sesulawesi Barat.
Kita ingin mendorong literasi di Sulbar sekaligus momentum untuk lebih mempererat persatuan dan kekopampakan antara, wartawan,” ungkap Sulaeman saat diskusi dengan sejumlah wartawan di Mamuju, Kamis, 25 April 2024.
Semua pihak yang tertulis dalam buku tersebut akan dihadirkan.
“Bupati, mantan bupati, dan keluarganya akan dihadirkan,” ungkapnya.
Sementara sekretaris panitia, Rahmat, menjelaskan bahwa penganggaran kegiatan peluncuran buku tidak menggunakan APBD maupun APBN.
Panitia akan meminta sumbangan pribadi dari tokoh-tokoh yang ditulis dalam buku tersebut.
“Sarman Sahuding” Sebagai penulis buku alasan adalah dirinya menginisiasi unsur panitia dari lembaga wartawan.
“Kalau melibatkan lembaga pemerintah, takutnya jadi bias,” kata Sarman.
Dia mengaku menulis buku sebagai bentuk keberanian setelah 25 tahun lamanya berkecimpung di dunia kewartawanan.
Namun demikian, penyatuan pribadi, bagi Sarman, adalah yang paling utama.
Buku “Jejak Langkah dan Pemikiran Bupati di Sulawesi Barat (1960-2023)” karya Sarman ini merupakan cetakan Kompas.
Pada peluncurannya nanti, pihak panitia berencana menghadirkan figur ternama sepeeti Maman Suherman dan Najwa Sihab.
( Red/Ode/ Metrosulbar).



















