Metrosulbar.com – Jakarta – Melayani jamaah di Masjid adalah rutinitas yang dilakukan seorang Marbot. Bukan hanya membersihkan seluruh ruangan masjid dan toiletnya tapi acapkali melayani pengurus Masjid menyediakan keperluannya bahkan mengantarkan makanan dan minuman untuk disajikan.
Bagi seorang perantauan asal Buton seperti Laode Basir, pekerjaan marbot yang pernah ia gelutinya disebabkan oleh kecintaannya kepada Masjid, ia ingin menjadi bagian yang dinaungi Allah pada hari kiamat salah satunya adalah seorang yang hatinya bergantung pada masjid.
Dari Masjid (Masjid Sunda Kelapa Menteng ) lah cikal bakal kesuksesan Laode muncul, Masjid yang dituju untuk beristirahat sejenak menjadi tempat tinggal yang akhirnya menjadi pekerja di Masjid menjadikannya banyak teman dan banyak ilmu.
Banyak tokoh ulama, ustadz, pengurus Masjid dan jamaah percaya kepada Laode agar maju menjadi wakil rakyat melalui parlemen, Laode maju menjadi calon legislatif dari Partai Amanat Nasional dapil II Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.
Amanah tersebut akan ia wujudkan tanpa mengecewakan orang lain, seperti kepribadian yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Salallahu alaihi wasallam sebagai hamba yang amanah.
Saat berbincang dengan Reporter ba’da sholat berjamaah Dzuhur kemarin, Kamis, di sudut ruangan Masjid Jami’ Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat, (11/10/2018) Laode Basir mengatakan
“Bahwa terkait pengembangan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yaitu ; perlu pembenahan prasarana pendidikan dengan pelayanan yang berkwalitas dan gratis serta membangun boarding school intermoda bagi siswa-siswa yang berprestasi dengan melihat keunggulan khusus Jakarta Utara dan Pulau Seribu dalam hal perikanan dan pariwisata untuk lanjut kepada pendidikan yang lebih tinggi dan perlu dukungan beasiswa dari pemerintah daerah bagi siswa yang berprestasi.” tuturnya.
Kemudian terhadap pengelolaan Masjid atau manajemen Masjid “Standard kebersihan dan kerapihan harus ditingkatkan agar supaya jamaah nyaman beribadah dan dilain pihak optimalisasi Masjid sebagai aspek fungsi pendidikan juga perlu perhatian,” harapan Laode.
Untuk itu bila saatnya nanti La ode bisa duduk di kursi DPRD, Ia berkeinginan keras agar para Marbot, Pengurus Masjid, Guru2 Majelis Taklim mendapat perhatian serius dari Pemerintah.
Dengan demikian aktivitas Masjid akan lebih hidup dan ada progres perkembangam dari waktu ke waktu, yang pada gilirannya Masjid tdk hanya menjadi tempat Ibadah tapi bisa bermanfaat sosial, pendidikan dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Ini salah satu cita-cita kami, dan berkewajiban untuk memperjuangkannya,” tegas La Ode. (fri)