MAmajul, (METROSULBAR) Industri rumahan pengolahan kelapa menjadi kopra dan arang tempurung terus berkembang di Dusun Pangalloang, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Usaha ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat dengan memanfaatkan hasil perkebunan kelapa secara maksimal.

Beberapa masyarakat Dusun Pangalloang membeli kelapa dari petani sekitar, kemudian diolah menjadi kopra dan arang untuk selanjutnya dijual kembali.

Proses pengolahan dilakukan secara tradisional, mulai dari pembelahan kelapa, pengeringan, hingga penjemuran kopra.

Kopra yang telah kering dijual dengan harga sekitar Rp15.000 per kilogram.

Selain kopra, limbah tempurung kelapa juga dimanfaatkan menjadi arang tempurung dengan nilai jual Rp13.000 per kilogram.

Pemanfaatan limbah ini tidak hanya menambah penghasilan warga, tetapi juga membantu mengurangi sisa limbah hasil produksi kelapa.

Calliu, salah satu pengusaha industri rumahan di dusun tersebut, mengatakan bahwa usaha ini telah membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Saat ditemui di sela-sela kesibukannya menjemur kopra pada Senin, 19 Januari 2026, ia menjelaskan bahwa pengolahan kelapa menjadi kopra dan arang tempurung telah lama dijalankan oleh masyarakat setempat.

“Kalau kopra dan arang sama-sama jalan, hasilnya bisa saling menutupi. Tempurung yang dulu terbuang, sekarang bisa jadi tambahan penghasilan,” ujar Calliu.

Keberadaan industri rumahan ini diharapkan terus mendapat dukungan, baik dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, agar kualitas produksi meningkat dan jangkauan pemasaran semakin luas. Dengan begitu, industri kopra dan arang tempurung di Dusun Pengelolaan dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraanmasyarakat Industri Rumahan .

 

( R U S L I )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini