Dugaan Volume Pekerjaan Di SD Sanrege Karossa Mateng Mencuat Selisih Harga Material Jadi Sorotan.

0
142

Metrosulbar ( Mateng)-Dugaan adanya pengurangan volume pekerjaan pada proyek pembangunan di SD Sanrege, Kecamatan Karossa, kembali menjadi sorotan masyarakat. Isu ini mencuat setelah adanya perbedaan signifikan antara harga material dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan harga material di lapangan.

Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SD Sanrege saat dikonfirmasi, harga material pasir dalam RAB tercatat sebesar Rp400 ribu per rit. Namun, harga aktual di lapangan disebut mencapai Rp840 ribu per rit. Sementara itu, material batu dalam RAB dianggarkan Rp650 ribu per rit, sedangkan harga di lapangan mencapai Rp1.020.000 per rit.

Perbedaan harga yang cukup jauh tersebut menimbulkan pertanyaan serius dari masyarakat. Selisih ratusan ribu rupiah per rit dinilai bukan angka kecil, terlebih jika dikalikan dengan total kebutuhan material dalam proyek pembangunan sekolah tersebut.

Sejumlah warga menduga, selisih harga itu berpotensi berdampak pada pengurangan volume pekerjaan untuk menyesuaikan anggaran yang telah ditetapkan dalam RAB.

Dugaan ini muncul karena hingga saat ini belum ada penjelasan rinci terkait sumber dana tambahan untuk menutupi kenaikan harga material tersebut.
“Kalau memang harga di lapangan jauh lebih mahal, tentu ada tambahan biaya yang harus dikeluarkan.

Pertanyaannya, dari mana dana tambahan itu diperoleh?” ujar salah satu tokoh masyarakat yang identitasnya tidak mau di sebutkan.

Hingga saat ini, media Metrosulbar masih menunggu Kepala Sekolah SD Sanrege untuk menggunakan hak jawabnya terkait perbedaan harga material dan dugaan pengurangan volume pekerjaan tersebut.

Kondisi ini menambah desakan masyarakat agar pihak terkait, termasuk instansi teknis dan aparat pengawas, segera melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek pembangunan di sekolah ini.

Transparansi dan akuntabilitas dinilai sangat penting untuk memastikan kualitas bangunan sekolah tetap terjamin dan tidak merugikan peserta didik maupun masyarakat.

( R U S L I )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini