Beranda DAERAH MAMUJU Bawa Kopi Khas Daerah,Welem Sambolangi Temui Mentri Andi Amran Sulaeman.

Bawa Kopi Khas Daerah,Welem Sambolangi Temui Mentri Andi Amran Sulaeman.

0
204

(METROSULBAR )-Membawa oleh oleh khas daerah Mamasa Welem Sambolangi Temui Andi Amran Sulaeman untuk memperjuangkan Alsintan dan cetak Sawah Mamasa.

Langkah tak biasa ditunjukkan Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, saat bertandang ke ibu metropolitan Jakarta.

Selain membawa sederet proposal strategis, ia juga menyuguhkan kopi khas Mamasa kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (13/02/2026).

Namun kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi. Di balik aroma kopi pegunungan Mamasa, tersimpan misi besar: memperjuangkan kebutuhan mendesak petani Mamasa di tingkat pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamasa mengajukan sejumlah program prioritas, mulai dari pengadaan lima unit alat dan mesin pertanian (alsintan), pembukaan dan percetakan sawah baru, bantuan dolomit untuk perbaikan kualitas tanah, hingga pembangunan serta revitalisasi irigasi tersier.

Welem menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh hanya menunggu program turun dari pusat. Menurutnya, komunikasi aktif dan langkah “jemput bola” adalah kunci percepatan pembangunan.

“Daerah tidak boleh hanya menunggu. Kita harus jemput bola dan memastikan program yang berdampak langsung bagi masyarakat bisa terealisasi,” tegasnya.

Kebutuhan alsintan menjadi salah satu fokus utama. Dengan kondisi geografis Mamasa yang berbukit dan keterbatasan tenaga kerja, mekanisasi pertanian dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat olah tanah, hingga mendongkrak produktivitas saat panen.

Tak kalah penting, program cetak sawah baru diharapkan mampu memperluas lahan tanam dan meningkatkan produksi pangan daerah.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjadikan Mamasa sebagai salah satu penopang produksi beras di Sulawesi Barat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan.

Upaya tersebut semakin konkret setelah tenaga ahli Kementerian Pertanian turun langsung ke Mamasa melakukan peninjauan lapangan. Kunjungan itu merupakan bagian dari kajian teknis sebelum program direalisasikan.

Dengan komunikasi intensif dan dukungan pemerintah pusat, sektor pertanian Mamasa diharapkan semakin modern, produktif, dan berdaya saing—membuka jalan bagi kesejahteraan petani dan kemandirian pangan daerah.

 

 

( RUSLI/MDT )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini