MetroSulbar.com.(Mamasa)>Wartawan bukanlah pembawa Mala Petaka Melainkan pembawa berita, ini penting menjadi pemahaman bersama bahwa agar tidak menimbulkan anggapan negatif bahwa profesi jurnalis merupakan tugas yang mulia yang diamanatkan lewat undang undang pers no.40 tahun 1999.
Hal ini diutarakan Hapri Nelpan dalam orasinya ketika melakukan Aksi Unjuk rasa damai persatuan wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mamasa terkait meninggalnya almarhum Demas Laira “jurnalis Kabar daerah.com yang terjadi pekan lalu di Mamuju Tengah, Sulawesi barat. Senin 24/8/2020.

Lebih jauh wartawan Komonika Nusantara ini menyebutkan bahwa awal mula lahirnya kemerdekaan berpendapat di Bangsa Indonesia ini di promotori oleh Bapak Pers Nasional ” Tirto Adisuryo yang kemudian melahirkan sejumlah kader- kader pejuang bangsa ini salah satunya presiden pertama RI Ir.Sukarno.
Hal ini memberikan gambaran bahwa awal mula bangsa kita dimulai dari kesadaran untuk berani menyatakan pendapat di muka umum, sehingga jika di temukan oknum-oknum yang mencoba mencederai profesi jurnalis maka secara tidak langsung telah ikut menginjak- injak nilai perjuangan bangsa yang kita cintai bersama’ kunci Nelpan .
Aksi damai yang di dampingi langsung kasat Intel Mamasa AKP Yan Kasmarianto ini ,berjalan kaki dari jalan simpang lima kota Mamasa long march ke liling kota.
Dalam orasinya yang disampaika Oleh “Kristian Parangka ” meminta agar Polres Mamuju tengah untuk menyampaikan secara terbuka kepada public sekaitan proses penegakan hukum atas meninggalnya ,Demas Laira.
Ia juga meminta supaya mengungkap secara tuntas motif meninggalnya Demas Lairah dan Jika di temukan fakta Almarhum meninggal karena menjalankan tugas profesi selaku jurnalis , maka otak dan pelaku wajib diusut tuntas dan di hukum seberat- beratnya.
Selain itu juga menyarankan kepada Pemda kabupaten Mamasa dan masyarakat untuk bersama sama berprihatin atas meninggalnya ,Almarhum Demas Laira, sekaligus menjadi pembelajaran bersama untuk menjunjung tinggi kemerdekaan pers di kabupaten Mamasa ,serta meminta dukungan Kapolres Mamasa untuk menyampaikan tuntutan wartawan dan LSM kabupaten kepada Kapolres Mamuju tengah.
Melalui aksi damai ini di terima oleh wakil ketua Dewan kabupaten Mamasa David Bamba Layuk bersama Juang Pintuku sekaligus turut andil menyampaikan peryataan sikapnya didepan para wartawan dan LSM, bahwa atas kejadian meninggalnya Demas Laira adalah menjadi spirit kepada wartawan dan LSM kabupaten Mamasa untuk tidak akan gentar mengungkapkan kebenaran dimanapun berada.
Pihaknya berharap agar pihak penegak hukum supaya mengusut dengan tuntas pelaku pembunuhan dan menghukum setimpal dengan perbuatannya.ujar politisi Hanura ini.
Di tempat yang sama kasat Intel Polres Mamasa AKP Yan Kasmarianto mewakili kapolres Mamasa, sangat mendukung gerakan aksi demontrasi yang dilakukan oleh persatuan Wartawan dan LSM kabupaten Mamasa ,dan pihaknya berjanji akan melanjutkan tuntutan ini ke Polres Mamuju tengah sampai di Polda Sulawesi Barat.Tegas nya dalam mengawali tugasnya di depan kantor DPRD Kabupaten Mamasa .
(wan/Metrosulbar com Mamasa).



















