KETUA TIM REAKSI CEPAT AMOS PAMPANG BONE MEMBERIKAN KETERANGAN PERS KEPADA MARWAN WARTAWAN METROSULBAR COM (FOTO DOC METROSULBAR)

MetroSulbar (Mamasa)>Sejak 11 April 2020 diberlakukannya ravid tes Covid 19 di kabupaten Mamasa,sudah ribuan orang yang di ravid tes ,hingga terjaring 42 orang di temukan reaktif Covid 19. 19 orang diantara adalah ber KTP kabupaten Mamasa dan
23 orang ber KTP diluar kabupaten Mamasa.

Hal ini disampaikan oleh ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Covid 19 kabupaten Mamasa Amos Pampang Bone di Mamasa, 7 /7/2020

Lebih lanjut disebutkan dari 42 orang yang reaktif itu ,yg beralamat di luar kabupaten Mamasa dikembalikan ke asal sesuai alamatnya ,sedangkan yang terkonfirmasi reaktif beralamat kabupaten Mamasa dikarantina untuk ditindak lanjuti.

“Hingga saat ini dari 19 orang Ber KTP Mamasa sudah 15 keluar swab tes nya ,dimana ada sebelumnya Pasien 01 yg dipindahkan kesulsel dan itu tidak terkonfirmasi positif di Mamasa karena dia alamat Sulsel. Namun berdasarkan informasi ada tambahan 3 orang dinyatakan positif yaitu, 01 ,MU(39 ) PNS warga Mamasa ,kecamatan Mamasa .
02,AP(19) kariawan swasta di Makassar ,beralamat di kecamatan Tabang . 03 ,HE (18) seorang mahasiswa dari perguruan tinggi di Makassar ,beralamatkan kecamatan Tanduk kalauak. Ketiga orang terkonfirmasi positif Corona tersebut sudah di rujuk ke rumah sakit karantina provinsi Sulawesi barat.” Sebut Amos .

Amos menyebutkan sampai saat ini ada tiga orang yang sempat kontak erat dengan pasien 02 dan juga ada dua orang yang sempat kontak dengan pasien 03 , selain itu ada juga 4 orang yan di rumah karantina TRC Puskesmas Mamasa, jadi jumlah yang akan di swab tes 8 Juli sebanyak 9 orang .

Terus diceritakan kalau “02 datang sendiri dengan kendaraan roda dua yang merupakan kerabat dimakassar dan berdasarkan penyelidikan ternyata mereka bersama sama dengan jenazah yang ada di Tondok bakaru tapi meninggal karena habis melahirkan bukan karena Covid.

Lebih jauh cerita Amos ,kalau pasien O3 , datang ke Mamasa dengan kendaraan umum sehingga ada 2 orang ,1 penumpang ,1 sopir, dan saat ini mementara menjalani karantina mandiri sambil menunggu tes swabnya, namun belum di revid tes, karena revid tes itu membaca antibodi dan antibodi itu terbentuk setelah 5 sampai 7 hari.Nanti sekalian tes swab.

“Umumnya yang reaktif itu berasal dari pekerja cape ada 3 orang yang masuk di Mamasa dan itu dipulangkan ke asalnya , tetapi yang banyak juga warga Mamasa yang bekerja di peternakan ayam dari Pinrang dan Sidrap,dan orang orang yang berkunjung ke Toraja seperti ibu rumah tangga dan mahasiswa lewat Tabang, dan juga banyak yang berasal dari Mateng Dan mamuju lewat perbatasan Mamuju Mamasa Tabulahan” sebut ketua TRC .

Untuk sarana pasilitas penangan,saat ini Mamasa mempunyai rumah karantina yang berkapasitas 7 kamar .Dan rumah sakit kondosapata’ yang dijadikan rumah sakit darurat Covid 19 bukan rujukan, yang terdiri dari 7 ruang isolasi khusus menangani yang terkonfirmasi positif ringan dan sedang karena dilengkapi 5 buah pentilator. Kendati demikian, berdasarkan evaluasi sebaiknya yang terkonfirmasi positif tanpa gejalah , sebaiknya ada tempat khusus.
Penulis=(Marwan/Metrosulbar com Kab.Mamasa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini