Metrosulbar.com — Jakarta — Koalisi Masyarakat Pemerhati Korupsi (KMPK) massa aksi meminta kepada Presiden RI Jokowi Dodo agar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa segerah diperiksa Dan Dituntut Mundur dari Jabatannya.
Massa aksi tersebut melakukan orasi di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka meminta kepada bapak Presiden RI Jokowi Dodo (Jokowi) untuk segera memecat Suharso dari jabatannya.
Koordinator Aksi bernama Adib pada saat melakukan orasi mengatakan, terdapat kejanggalan atas naiknya harta kekayaan Suharso secara drastis dalam kurun waktu singkat. Menurutnya, angka kekayaan tersebut tidak rasional.
“Harta kekayaan Suharso naik secara drastis lebih dari 100 persen. Kami menduga adanya pemalsuan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2018-2019, karena hartanya yang meningkat menjadi Rp59 miliar,” tutur Adib, pada orosi di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2022).
Adib menyebut, kejanggalan harta kekayaan Suharso perlu diusut tuntas oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya permasalahan tersebut sudah pernah dilaporkan ke KPK pada tahun 2020, namun tak kunjung ada kelanjutannya hingga saat ini.
“Selain meminta kepada Bapak Jokowi untuk memecat Suharso, kami juga menuntut KPK dan BPK RI mengusut tuntas dugaan kasus Suharso ini,” tegasnya.
Adib menambahkan, perilaku Suharso dinilai telah menciderai lembaga negara. Sebab, selain dugaan kasus pemalsuan LKHPN, Suharso juga diduga menyalahgunakan jabatan dengan menggunakan private jet untuk kepentingan pribadi.
“Tindakan Suharso ini mencederai lembaga negara karena fasilitas pribadi tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Kasus ini seharusnya diusut tuntas,” tutupnya.
(Indah/Reporter Metrosulbar Jakarta)
Editor= Redaksi Metrosulbar.


















