Bangunan Pasar Rakyat Moderen Tarailu Di rubah PedagangMetro Sulbar (Mamuju)-Pasar Rakyat yang di bangun oleh pemeritah pusat yang berada di Tarailu Kecamatan Sampaga Kabupaten Mamuju, bangunan ini menggunakan dana bantuan APBN senilai 6 Milyar, dan kini mulai menuai sorotan publik.

Pasalnya bangunan pasar ini bantuan dari Kementerian Perdagangan RI tahun 2019, harus kembali mendapat beberapa perbaikan setelah beberapa pedagang pasar mengeluhkannya.

Burhan, salah seorang pedagang di Tarailu mengatakan, bahwa yang kami keluhkan adalah letak lapknya yang tidak memungkingkan untuk dapat digunakan untuk berjualan. Ini juga sudah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Mamuju, untuk merubah sebagian lapak – lapak nya, karena lapak penjualan semua nya seragam untuk digunakan penjual ikan. Sedangkan untuk pedagang pakaian tidak cocok di tempati

Lanjut, untuk lapak penjual ikan kami harus potong sepanjang 20 cm, karna terlalu tinggi. Dan pintunya juga yang kurang lebar, sehingga harus diperlebar untuk pembeli yang masuk.

Sebagian pedagang mengaku, bahwa selama dalam tahapan pekerjaan pembangunan pasar rakyat ini, kami sebagai pedagang tidak bisa menegur karena, harus sesuai gambar dari pusat.

Kami hanya bisa apa, waktu pekerjaan pedagang hanya bisa liat – liat saja karena pekerja mengaku pekerjaan itu berdasarkan dengan dengan gambar, “ kata Burhan.

Yang lebih membingungkan para pedagang. Untuk bisa memakai lapak harus merenovasi sendiri dengan biaya atau dana pribadi dengan estimasi anggaran senilai 1,5 Juta per lapaknya.

“ Para pedagang harus mengeluarkan uang Rp. 1500,000 untuk merubah lapaknya, yang semula lapak penjual ikan menjadi lapak penjual kain. Dan mau tak mau harus diperbaiki karena harus digunakan untuk menjual, “ jelas Burhan kepada media Metro Sulbar ( 9/11/2020 ).

Dari informasi yang dihimpun media ini, bahwa Pasar rakyat Tarailu ini, baru 7 bulan difungsikan.

Seperti yang dikatakan oleh pedagang inisial T. Pasar Rakyat Moderen Tarailu, sempat mengalami kebakaran meskipun tidak parah. Kata dia, ada bagian atap bangunan yang lepas sehingga terkena percikkan api tukan las dan sempat mengenai pelapis atap atau kertas alumunium foil.

Saat di konfirmasi kepada Kadis Perdagangan Kabupaten Mamuju, Imelda Pababari melalui lewat sambungan telepon namun di sayangkan hand phone nya lagi tidak aktif.

Penulis 🙁 Texan Yosafat/Metrosulbar )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here