Wartawan Harus !.Siap Menghadapi Gelombang Kehidupan Diera Digital”.

0
154
PENANGGUNG JAWAB METROSULBAR ONLINE DAN MEDIA CETAK METROPOLITAN SULBAR (F. DOKUMENTASI METROSULBAR).

METROSULBAR-//Dari meja Redaksi Metrosulbar Mamuju Sulawesi Barat,Saya Laode Muhadi, Pengelolah  Media Online Metrosulbar Dan Media Cetak MetropolitanSulbar (PT Metropolitan Intermedia Sulbar ), Ingin Membagi Pengalaman Selama Sebagai Jurnalis atau Wartawan Kepada Seluruh anggota Metrosulbar dimana Saja berada.

    Terhitung sejak 1998 Sampai Tahun 2020 Sekarang ini, Saya Masih aktif Sebagai Penulis baik Media Cetak maupun Media Online seperti halnya diera Digital Sekarang ini.

Saya Mulai Menulis Tahun 1998,disalah satu Tabloid Dikota Daeng Makassar yakni: Tabloid Kontak,Kemudian Pindah Surat Kabar Perintis.

,Selanjutnya Saya Pindah di media Grup Indonesia Post ,Kemudia pindah lagi Media Terbitan Surabaya Jawa Timur yakni: Majalah Fakta,Kemudian Pindah Lagi Salah Satu Media Besar Dikota Makassar Yakni=Harian Ujung Pandang Esprex Fajar Grup,Kemudian Aku Pindah Lagi Ke Harian Rakyat Sulbar adalah Salah Perusahaan Yang di Miliki Haji Subhan Alwi Pemilik Fajar Grup,Kemudian Terakhir adalah Harian Online Metrosulbar dan Media Cetak Metropolitan Sulbar Sampai Sekarang.

Pada tahun 1999 Terbit lah  Undang-Undang No 40 tentang Pers.

Maka Pada Waktu itu dengan adanya Undang-Undang Nomor=40/1999,Tentang Kebebasan Pers,se-iring juga dengan Perkembangan dunia Penerbitan yang begitu Maju dan Berkembang  DiSulawesi Barat Sebagai provinsi yang ke-33 termuda Di Indonesia,maka pada tahun 2017 saya Mencoba Menerbitkan Media yang Dinamai Media Online Metrosulbar dan Media Cetak Metropolitan Sulbar sampai Sekarang.

Sabagai Guru Saya Bapak Burhanuddin Amin,Penanggung Jawab Media Group Indonesia Post “yang berkedudukan di Jalan Tidung Kota Makassar Sulawesi Selatan ,yang Selama itu saya bekerja sebagai Jurnalis, membina Saya Selaku Wartawan Pemula Pada tahun 1998 sampai Tahun 2005 yang tak bisa melupakannya Sebelumnya  Saya haturkan dari lubuk hati Saya, yang sedalam-dalamnya semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dari dunia Sampai Akhirat Kelak.

Menjadi Pekerja Jurnalis adalah Impian  Untuk memperoleh segudang Ilmu . Dikala itu seseorang Memandang saya  pekerjaanku minim Resiko. Mungkin  melihat Aktifitasku saat itu,hanya sibuk Ketemu politisi, pejabat, dan Pengusaha dan bisa menyimpan nomor-nomor kontak yang penting mendapatkan informasi.  Bahkan,kadang  makan semeja dengan orang penting,semua tak terlewatkan demi mendapatkan Informasi untuk disiarkan ke -Media-media.

Seluruh pengalaman di atas yang saya utarakan tak seindah apa yang saya bayangkan . Jujur saya katakan, menjadi seorang jurnalis tidak semudah membalik telapak tangan.

Bila pun akhirnya dipilih, kita harus siap “menghadapi gelombang Kehidupan”.dan seharusnya dipersiapkan sebelumnya demi anak dan generasi pelanjut,begitulah apa yang dirasakan sekarang harus maju sesuaikan dengan Perkembangan bangsa saat ini.

Dulu nyaris tak ada waktu senggang untukku bersantai-santai . Hari-hariku selalu bercumbu dengan berita,  Deadline, dan kadang harus berurusan dan terjun langsung dilapangan,waktu berkumpul dengan anak istri-pun terbatas,demi mengejar informasi untuk bahan berita demi  kepentingan publick.

Penulis=L.Muhadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here