SMAN 1 Sumarorong Melahirkan Generasi Produktif

0
359
KEPALA SEKOLAH SMA 1 SUMARORONG KABUPATEN MAMASA,MEMBERIKAN KETERANGAN PERS KEPADA WARTAWAN METROSULBAR MARWAN.(FOTO DOC)

METROSULBAR ONLINE(MAMASA)-Ini Kata Kepala Sekolah SMAN 1 Sumarorong memililiki Visi Dan Misi Bahwa  : Sekolah Yang Dipimpin ini harus menjadi Taman Semai Golden Generation.

Murid adalah bibit yang disemaikan dengan baik, mulai tempat hingga pemeliharaan tanaman barulah dipindahkan tempat menanam pada perguruan tinggi yang berkualitas.

Misi: sekolah jadi rumah kedua, hidup dalam keberagaman.

Arizenjaya”  selaku Nahkoda di SMA N 1 Sumarorong  berharap, pembangunan Laboratorium Fisika nantinya menjadi satu-satunya laboratorium di Indonesia yang berkualitas mulai dari sisi instalasi listrik yang dipasang berada di bawah lantai, Metode pembelajaran lebih enjoy namun berkualitas sehingga siswa dididik mampu membuat laporan Fisika dalam bentuk Novel.sebut kasek SMA N 1 Sumarorong kepada media ini diruang kerjanya pekan lalu.

“Kami bersyukur beberapa siswa yang sudah selesai sudah jadi asisten Dosen Fisika di beberapa universitas ternama baik itu di UNM dan UNHAS,”

Prinsipnya, kata Ariz, anak-anak dididik dengan realita kehidupan, sebaiknya metode pembelajaran menyentuh kenyataan kehidupan, tidak mesti secara teoritis sebab sekolah harus melahirkan generasi produktif bukan generasi konsumtif.

Lebih lanjut “Arizenjaya “mengharapkan penggunaan bantuan operasi sekolah (BOS) dan sejumlah bentuk bantuan pemerintah lainnya ke setiap satuan pendidikan harusnya siswa menjadi sentral kepentingan.

“Ketika siswa menjadi pusat kepentingan dari segala bentuk kepentingan bahkan kepala sekolah itu sendiri tentunya arah pendidikan pada setiap sekolah akan berkonsentrasi pada mutu atau pendidikan sekolah itu sendiri yang diikuti sejumlah siswa,” kata lelaki yang sangat bersahabat  sambil menanda tangani ijazah alumninya .

Ia menerangkan, pihaknya pernah menerima bantuan pembangunan Laboratorium Komputer ukuran  9×8 meter namun karena swakelola dan pertimbangan efesiensi lahan  dan ruangan maka kami tambah 9×15 meter dengan pertimbangan ruangan lebih besar tentu siswa leluasa belajar.

Pihaknya juga mengapresiasi permohonan sekolah terhadap pemerintah dengan diresponnya, bantuan pembangunan Laboratorium Fisika berstandar nasional 1 lantai dengan anggaran sekitar Rp 300 juta dan alat sekitar Rp 200 juta.

Sangat diharapkan ke depannya laboratorium tersebut menjadi pusat belajar siswa dalam praktek fisika dan mampu mengembangkan hasil belajar sebagaimana visi dan misi sekolah.

Editor =Red.Metrosulbar/Abdul Halik

Penulis =Marwan/Biro Mamasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here