Nurul Adzkiyah (tengah/jilbab pink) usai meraih medali perak di Olimpiade Ahmad Dahlan V (Foto: dok SD Muhammadiyah Mamuju)

MAMUJU, metrosulbar.COM– Meski berusia baru enam tahun, namun SD Muhammadiyah Mamuju mampu membuktikan kualitasnya. Hal tersebut terlihat di ajang olimpiade Ahmad Dahlan V tahun 2017, SD Muhammadiyah Mamuju berhasil menyabet medali perak pada cabang lomba tahfidz Al Qur’an.

Medali perak tersebut dipersembahkan siswa Kelas IV, Nurul Adzkiyah. Siswa yang ditinggal ayahnya setahun lalu ini, sukses menyisihkan 200 lebih peserta lain dari seluruh provinsi di Indonesia.

Untuk diketahui, olmpiade Ahmad Dahlan V 2017 yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung 25 hingga 29 Oktober 2017 ini, diikuti ratusan sekolah Muhammadiyah Se-Indonesia. Khusus kontingen Sulawesi Barat tiga sekolah ambil bagian, yakni SD Muahmmadiyah Mamuju, SMP Muhammadiyah Mamuju dan SMK Muhammadiyah Mamuju. Tiga sekolah yang bernaung di bawah bendera perserikatan Muhammadiyah ini mengikuti 12 cabang lomba, diantaranya tahfidz Al Qur’an.

Capaian Nurul, panggilan akrab gadis cilik kelahiran Sidrap, 19 Juni 2008 ini merupakan prestasi bertaraf nasional pertama yang diperoleh SD Muhammadiyah. Sebuah capaian yang tentu saja tidak mudah mengingat keberadaan sekolah yang terletak di Jl. Soekarni Hatta Mamuju itu masih sangat minim dari berbagai segi, terutama fasilitas. Kendati demikian prestasi Nurul sekaligus pembuktian efektivitas program tahfidz Al Qur’an yang merupakan program andalan Perguruan Muhammadiyah di Kabupaten Mamuju.

“Alhamdulilah, satu kesyukuran bisa ikut olimpiade Ahmad Dahlan yang kelima tingkat Nasional di Kota Bandar Lampung ini,” kata Basir, Kepala SD Muhammadiyah Mamuju, Sabtu (28/10).

Dikatakan Basir, even ini adalah kali pertama sekolahnya ambil bagian di ajang dua tahunan tersebut. “Kami bersama tim guru dan siswa tidak menyangka bisa lolos ke final untuk cabang Tahfidz Qur’an dari 286 peserta yang terdiri dari 28 provinsi,” aku Basri.

Mewakili seluruh pihak sekolah, Basri mengaku pencapaian tersebut adalah kebanggan tersendiri, mengingat sekolah yang ia pimpin baru berusia 6 tahun.

“Sekolah-sekolah yang ikut adalah sekolah yang sudah sering kali juara nasional bahkan sudah go internasional untuk ajang olimpiade. Saya selaku kepala sekolah sangat berterima kasih kepada guru-guru yang sudah berjuang membina dan membimbing para peserta, terkhusus kepada Nurul Azkiyah dan ibunda tercintanya Ibu Nurhaeni yang setiap waktu memotvasi dan membina Nurul,” terangnya.

Kepada media Fokus Metro Sulbar (metrosulbar.com) Basri mengaku, prestasi ini tentu menjadi persembahkan untuk Sulawesi Barat, Kota Mamuju, juga kepada PWM, PDM, Dikdasmen dan sekolah Muhammadiyah di daerah ini.

“Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak atas capain ini.” tutur Kasek yang baru menjabat selama sembilan bulan ini.

Tambahan informasi, sebagian besar siswa SD Muhammadiyah Mamuju merupakan siswa dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, bahkan sebagian besar merupakan penghuni panti asuhan.

Nurul sendiri tinggal bersama ibunya, seorang guru honorer dan dua orang adiknya. Siswa kelas IV yang sudah menghadal empat juz ini merupakan anak sulung. (har)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here