Semangat ‘PASTI’ Wujudkan Revitalisasi Pemasyarakatan

0
64

Metrosulbar.com — Jakarta — Bertajuk Pemasyarakatan PASTI, upacara Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) menjadi acara pamungkas dalam rangkaian hari lahimya Pemasyarakatan. Memasuki usai ke-SS pada 27 April 2019, Pemasyarakatan semakin dituntut untuk mengimplementasikan nilai Profesional, Akuntabel, Sinergis, Transparan, dan Inovatif (PASTI) demi mewududkan Revitalisasi Pemasyarakatan. Acara berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika Kelas IIA Jakarta, Sabtu, (27/04/2019).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna H. Laoly, Perwira Upacara, Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Lilik Sujandi, dan Komandan Upacara, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika Kelas IIA Jakarta, Asep Sutandar.

Dikesempatan itu, Yassona berharap peringatan HBP ini menjadi spirit-legacy untuk meneruskan semangat juang dan pengabdian para pendahulu dan peletak dasar Pemasyarakatan.

Pemenuhan hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berbalut teknologi informasi menjadi jawaban PASTI demi menghilangkan maraknya isue pungutan liar serta proses birokrasi yang berbelit-belit sebagai tonggak awal dimulainya rangkaian sekaligus fokus Pemasyarakatan untuk mewujudkan Pemasyarakatan PASTI.

Keberhasilan enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan meraih predikat satuan kerja (satker) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menjadi bukti diimplementasikannya nilai PASTI oleh jajaran Pemasyarakatan selama satu tahun terakhir ini.

Selain itu, melalui Deklarasi Pembelian Hak Remisi, Integrasi Narapidana dan Anak serta Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) UPT Pemasyarakatan, pelaksanaan tata kelola barang sitaan dan barang rampasan negara di Rumah Barang Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan) dengan sistem barcode, Focus Group Discussion (FGD) Mahkamah Agung, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian (Mahkumjakpol) Plus juga dilaksanakan dalam rangka menyongsong hari lahirnya Pemasyarakatan.

Tak berhenti disitu saja, sebagai bentuk kepedulian Pemasyarakatan untuk menjaga dan melestarikan bumi, dilaksanakan aksi penanaman sejuta pohon di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang dipusatkan di Open Camp Ciangir.

Kegiatan Gerakan Nasional Pemenuhan Hak Identitas Anak dalam rangka Revitalisasi Pemasyarakatan Bagi Anak, Bakti Merah Putih Narapidana membersihkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, pameran produk unggulan narapidana, pencanangan Direktorat Teknologi Infonnasi dan Kerja Sama (Dit. Tikers) menuju Zona Integrasi (Z1) Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan diakhiri dengan diselenggarakannya rapat kerja teknis Pemasyarakatan tahun 2019 yang berfokus untuk mematangkan sistem revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakatan dan Pentasbihan UPT Pemasyarakatan yang ada di Nusakambangan sebagai Pilot Project revitalisasi Pemasyarakatan.

Hal yang sudah dilakukan Pemasyarakatan semua itu sejalan dengan apa yang dikatakan Yassona saat memberikan amanat pada upacara tersebut. Yasonna menuturkan bahwa saat ini Pemasyarakatan terus berbenah dan bertransformasi untuk menjadi pranata sosial yang mampu menyiapkan WBP yang tangguh, berketrampilan, dan memiliki produktifltas yang tinggi dari program yang dijalankan.

Rangkaian Upacara Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 diisi dengan acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)/ Perjanjian Kerjasama, Prasasti dilanjutkan dengan pemberian penghargaan serta launching buku “Pemasyarakatan dan Legacy”. Selain itu, ada penyerahan buku “Biarkan saja Metronom itu” oleh Aswendo Atmowiloto kepada Menteri Hukum dan HAM RI, atraksi kolone senapan oleh pleton kolone senjata petugas Pemasyarakatan, penampilan seni beladiri Yongmodo Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambarawa, display marching band taruna Poteknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP), dan puncaknya akan ada persembahan tari kolosal “Rampak 55” oleh 55 WBP yang diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Sekretaris Jenderal Kementen’an Hukum dan HAM RI dan Direkrur
Jenderal Pemasyarakatan. (fri)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here