METROSULBAR.COM (MAMUJU) – Penyambutan Mahasiswa Baru dalam sebuah kampus adalah sebuah rutinis yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh civitas akademika, secara khusus para senior yang ingin menyambut generasi penerus mereka dengan berbagai macam suguhan yang selalu identik dengan perpeloncohan. Keluarnya Surat Edaran dan Panduan pengenalan Kehidupan Kampus  Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 413/B/SE/VII/2018 Tanggal 4 Juli 2018 telah memberikan angin baru dalam dunia kemahasiswaan.
Orientasi kampus yang selalu identik dengan perpeloncohan telah menuai banyak protes dan kritikan dari berbagaikalangan seiring dengan jatuhnya korban akibat ulah dari oknum senior yang tidak bertanggung jawab. Poltekkes Kemenkes Mamuju, sebuah kampus negeri kesehatan yang terletak di Propinsi Sulawesi Barat ini mencoba menerapkan aturan Kemenristekdikti. Poltekkes Kemenkes Mamuju menggelar PKKMB selama 4 hari, mulai tanggal 29 Agustus – 01 Sepetember 2019.
Dalam pengarahannya di depan ratusan Calon Mahasiswa Baru tahun 2019 dan civitas akademika Poltekkeks Mamuju, Direktur Poltekkes Kemenkes Mamuju, H. Andi Salim, SKM., M.Kes (29/08/2019) berharap dengan program PKKMB ini, kegiatan pengenalan kampus jauh dari kondisi penerimaan Maba sebelumnya. Beliau berharap agar segala bentuk aktifitas yang identik dengan perpeloncohan betul-betul dihilangkan.
Direktur menambahkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah bagaimana menanamkan wawasan kebangsaan kepada Mahasiswa Baru agar mereka cinta terhadap tanah airnya. Maraknya isu-isu terorisme, radikalisme, semua itu tejadi karena lemahnya pemahaman wawasan kebangsaan.
Selain itu, isi dari PKKMB sebagaimana proses akademik di Poltekkes Mamuju ini, Maba akan dididik menjadi lulusan yang profesional di bidangnya masing-masing, sehingga mampu bersaing di tengah-tengah masyarakat, ujarnya.
Sementara itu di tempat yang berbeda, hal senada disampaikan Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Andi Nasir, SKM., M.HKes bahwa kegiatan ini sebagai proses inisiasi pembinaan idealisme, menanamkan dan memperkuat rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan juga dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter relegius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan berintegritas.
“PKKMB juga diharapkan dapat menjadi wahana penanaman 5 (lima) program nasioanl revolusi mental yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia Bersatu, tutur alumni Magister Hukum Kesehatan Unhas ini. Dengan kata lain, melalui PKKMB kita ingin memberikan bekal awal agar mahasiswa kelak akan menjadi alumni Perguruan Tinggi yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu, tetapi juga keluhuran akhlak, cinta tanah air dan berdaya saing global, pungkasnya
(laporan: Seksi Publikasi PKKMB 2019).
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here