Mulwil Nasyiatul Aisyiyah Sulbar, Usung Program Gerakan Keluarga Tangguh

0
70
Tampak sejumlah pengurus Nasyiatul Aisyiyah Sulbar, usai mengikuti jalannya Muswil. (Foto: dok Nasyiatul Aisyiyah Sulbar)

MAMUJU, metrosulbar.COM– Gerakan keluarga tangguh menjadi isu strategis yang menjadi program Nasyiatul Aisyiyah Provinsi Sulbar. Program ini menjadi poin utama yang mencuat dalam forum Musyawarah Wilayah (Muswil) Nasyiatul Aisyiyah Sulbar, Minggu (29/10).

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Aryati Dina Puspitasari yang hadir dalam Muswil ini mengatakan, perlunya penguatan dan pemberdayaan kader Nasyiatul Aisyiyah, termasuk di Sulbar.

“Kader Nasyiatul Aisyiyah yang memang sedang berada pada usia produktif harus mampu menjadi perempuan tangguh,” ucap Aryanti dalam sambutannya.

Dikatakan, perempuan Nasyiatul Aisyiyah harus mampu mengikuti perkembangan dan tahu kebutuhan zaman, sehingga dapat mewarnai dinamika untuk memenuhi kebutuhan perempuan muda yang terhimpun dalam organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah ini.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, Wahyun Mawardi sebelum membuka acara ini turut menyampaikan hal senada. Ia menyinggung perlunya penguatan dan pemberdayaan kader Nasyiatul Aisyiyah untuk mendukung misi perserikatan Muhammadiyah.

Musyawarah Wilayah yang berlangsung di Mamuju ini berjalan lancar. Peserta yang hadir mengikutinya jalannya Muswil dengan antusias. Pemilihan yang berlangsung usai salat Asar, menghasilkan sembilan orang formatur. Formatur inilah yang mengadakan rapat untuk menentukan Ketua Umum.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Rena, terpilih Irdhayanti Musyawarah sebagai Ketua Umum dan Rena sendiri sebagai Sekretaris Umum serta Mirna Yunita terpilih jadi Bendahara.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi pukul 09.00 WITA ditutup pada pukul 19.30 oleh Ketua MPK Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Lukman Umar.

Dalam sambutannya sebelum menutup acara, Lukman menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah demisioner, ia juga menitip harapan kepada pimpinan terpilih, agar kader-kader Nasyiatul Aisyiyah mampu menjadi aktivis perempuan  yang memiliki ciri khas, mewarnai geraka perempuan di manapun berada.

Sebelumnya, Masita, Ketua Umum demisioner juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama seluruh jajaran pimpinan wilayah selama periode 2012-2016, sekaligus menyatakan permintaan maaf karena belum mampu berbuat maksimal selama kepengurusannya. (har)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here