Memprihatinkan, Bayi Penderita Hydrocipalus ini Terkendala Biaya

0
90

POLEWALI, metrosulbar.COM – Seorang balita bernama Nur Afwa (2,5 tahun) menderita penyakit Hydrocipalus. Akibat penyakit yang dideritanya itu, Warga asal Pambusuang, Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar (Polman) ini mengalami pembesaran dibagian kepala yang ukurannya melebihi ukuran bola kaki orang dewasa. 

Anak pertama dari pasangan suami istri Ahmad Khadafi Faisal dengan Sri Dewi Reski ini, mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan, sebab ia hanya minum asupan susu dari sebuah selang yang tersambung melalui hidungnya. 

Menurut Sri Dewi Reski, ibu sang bayi, tanda bahwa anaknya terjangkit penyakit Hydrocipalus saat usianya masih berumur satu bulan. Ia pun membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk diperiksa waktu itu. Namun setelah melalui pemeriksaan petugas kesehatan, pihak RSUD terpaksa merujuknya ke RSU Makassar untuk pengobatan lebih baik. Pihak Rumah Sakit Wahidin kemudian melakukan operasi pada bagian kepala Nur Afwa yang saat itu usianya masih tiga bulan.

Pasca operasi, Nur Afwa rutin setiap bulan dibawa ibunya ke RSUD Polman untuk kontrol kesehatan. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi Nur Afwa tak juga berubah menjadi lebih baik bahkan semakin hari kepalanya semakin membesar.  

“Setiap bulan rutin saya periksa di rumah sakit. Namun, dua bulan terakhir ini badannya semakin mengecil dan kepalanya membesar,” katanya. 

Bayi yang kini berobat mengandalkan kartu layanan BPJS, sebenarnya pernah menerima bantuan dana pendamping dari bidang Kesra Pemkab Polman. Namun setelah itu, Nur Afwa tak pernah lagi menerima bantuan dari pemerintah.

“Baru satu kali pak, setelah itu tidak pernah lagi ada bantuan,” terang ibunya, saat ditemui, Kamis (2/11). 

Sri Dewi menuturkan, yang menjadi kendala baginya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik pada anaknya itu adalah biaya. Olehnya itu ia berharap, pemerintah bisa membantu meringankan biaya kesembuhan anaknya. 

“Mudah-mudahan pemerintah bisa peka melihat kondisi anak saya, pak,” harapnya. 

Kini bayi malang ini masih terbaring lemah di ruang perawatan anak Asoka, Kamar Beo, lantai II RSUD Polewali. Rencananya pihak rumah sakit akan kembali merujuk bayi tersebut ke RS Wahidin Makassar. 

“Kami lengkapi dulu berkasnya dan surat rujukannya,” kata seorang perawat yang enggan menyebut namanya. (ant/tfk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here