Metrosulbar (Manuju)-Masyarakat Desa Topore keluhkan Pembayaran Biaya Sporadik Tanah.
Wartawan metrosulbar yang bertugas di kecamatan Papalang ,dan Kecamatan Sampaga menelusuri jejak kasus beredarnya informasi dimasyarakat Desa Topore tentang pembayaran sporadik tanah didesa Topore.
Namun hal ini dikuatkan dengan penjelasan masyarakat bahwa sekolompok warga sudah membayar.Kami sangat berat apalagi dengan kondisi ekonomi sekarang ini,dengan adanya virus covid-19 kami tidak bebas bekerja cari duit kemana-mana sehingga sudah selayaknya pemerintah turun tangan meringankan beban kami,Ungkap warga Topore yang enggan mau diketahui jati dirinya.
[2/12 06:40] Hh: Masyarakat Desa Topore Mamuju Resah atas Dugaan Pungutan Liar Pembuatan Spradik Tanah.
Ditengah kesulitan ekonomi yang di alami sekelompok masyarakat Desa Topore kecanatan Papalang Mamuju atas dugaan tingginya pembayaran administrasi Pembuatan Surat Spradik Tanah.
Ironisnya kegiatan sudah berlangsung tahunan ,yang tidak di dasari dengan adanya peraturan desa (perdes) untuk melakukan pungutan tersebut.
Menurut sumber dari masyarakat Topore pungutan mulai dari diatas seratus ribu sampai dengan diatas dua ratus ribu lebih,padahal dulunya pembayaran Surat keterangan Supradik hanya rp.75.000 saja.
Dibanding program pemerintah yakni prona sudah berbentuk sertikat tanah hanya rp.150.000/ Sertifikat ungkap masyarakat Topore yang tidak mau menyebut jati dirinya.
Sementara camat Papalang Mamuju saat dikompirmasi atas dugaan pungutan liar tersebut belum dapat ditemui sebab mengalami kesibukan sebagai perpanjangan tangan bupati.

(Penulis :Aliansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here