ANDI DEDI ARFANDI,SH,MANTAN AKTIVIS MAHASISWA DIKOTA MAKASSAR SULAWESI SELATAN.(FOTO DOKUMENTASI REDAKSI)

//>Kuasa Hukum Andi baso faisal
Meminta oknum polisi diduga penganiayaan segera di tangkap//<.

Makassar//>Andi Dedi Arfandi SH, juga mantan aktivis mahasiswa ini mengatakan
Kasus penganiayaan andi baso faisal pekerjaan Dosen dan advokat pada tanggal 11 maret 2020 ditempat kejadian beralamat dijalan inspeksi kanal hertasning No polisi 123./III/2020 poldasulsel/restabesmksr.tgl 11 maret 2020. dari hasil pemeriksaan 4 orang sudah ditetapkan tersangka dan 6 orang wajib lapor dari belasan orang.

Ironisnya kasus penganiayaan ini diduga adanya keterlibatan oknum polisi di makassar berinisial Bripka DD yang saat ini status hukummya adalah tersangka dan tersangka lain sudah mengakui atas keterlibatan oknum polisi tersebut apalagi barang bukti sudah di kantongi penyidik dan propam berupa alat ekor pari dipakai memukuli korban.

Saya Selaku Pengacara dan Mantan Aktivis Mahasiswa Dikota Makassar Sulawesi Selatan berharap keterlibatan oknum polisi tersebut ada tambahan sanksi hukuman yang diterimanya sebab  bukanya mengayomi dan melindungi masyarakat akan tetapi membekingi ala kejahatan premanisme .

Mendengar informasi dari 4 ( Empat)  tersangka yang akan ditangguhkan oleh kuasa hukum andi baso faisal ,maka akan mengawal kasus ini sampai kepengadilan. Kami berharap pihak penyidik yang menangani Kasus ini agar bekerja profesional menerapkan proses hukum sesuai perundang – undangan yang berlaku, mengedepankan supremasi hukum tanpa tebang pilih ini adalah kasus krimininal murni pidana apalagi korban mengalami luka berat sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat ( 2) subsider 170 KUHP, Tutup Andi Dedi Arfandi,SH,Yang dikirim Melalui Redaksi Harian Online Metrosulbar.

Sampai berita ini Diturunkan Redaksi masih berupaya keras untuk mengompirmasi kebenaran Dugaan Penganiyaan Oknum Petugas Tersebut.Masih berlanjut

( Tim Redaksi Metrosulbar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here