Internet Gratis Direncanakan Untuk 66 Desa “Disulbar”Tahun Depan

0
8

METROSULBAR.COM-(MAMUJU)Sebanyak 66 Desa di Provinsi Sulbar direncanakan akan mendapatkan layanan internet gratis mulai tahun depan. Terdiri dari, di Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, Majene, Mamasa serta  Pasangkayu masing masing 10 desa, dan 16 desa di Kabupaten Polewali Mandar.  Kegiatan Internet gratis untuk ke 66 desa tersebut akan dilaksanakan secara bertahap.

Internet gratis ini diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan program Pemrov Sulbar yakni Program Desa “Marasa” (Mandar, Cerdas dan Sehat) serta One Village One Product (OVOP). Kehadiran internet di desa akan mendukung Program Marasa dan OVOP paling tidak dalam hal, masyarakat desa termasuk para pelajar juga memiliki akses untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan dengan lebih mudah. Selain itu, dapat membantu para petani atau pengusaha dalam hal pemasaran dan pengetahuan dalam mengembangkan usahanya. Terutama yang menjadi produk atau komoditi  andalan di desa masing masing.

Secara teknis, pengadaan layanan internet di setiap desa akan berbeda beda. Hal ini dikarenakan harus melihat medan dan ada tidaknya fasilitas listrik dan jaringan telekomunikasi di desa. Untuk desa Marasa ada dua model yakni via telkomsel dan VSAT. “Tergantung anggaran yang disiapkan, bagaimana kebutuhannya dan fasilitas yang ada di desa. Termasuk dimana dan berapa titik penyediaan layanan yang akan disediakan, kuat tidaknya signal telkomsel di desa itu, jangan sampai ada signal tapi kita harus  ke gunung. Jadi intinya harus ada hasil survey dulu” sebut Madhur, salah seorang tenaga IT Pemprov Sulbar.

Kepala bidang Layanan E Government, M. Ridwan Djafar menuturkan,  Data Indeks Desa Membangun (IDM) 2017, di Sulbar terdapat  138 sangat tertinggal sebanyak, 294 desa tertinggal, berkembang 130 desa, mandiri tidak ada dan maju sebanyak lima desa. Dari 66 desa program Marasa yang akan mendapatkan layanan internet gratis, 19 desa terkategori tertinggal, 43 desa Tertinggal, 4 berkembang. Program Marasa dan OVOP dimaksudkan untuk meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) ke 66 Desa tersebut.

Desa yang telah memiliki jaringan seluler,  lanjut M Ridwan biaya pengadaan layananannya agak lebih kecil melalui jaringan Telkomsel. Berbeda dengan yang belum memiliki jaringan,  biayanya lebih tinggi karena menggunakan fasilitas VSAT. Namun yang menggunakan VSAT bisa lebih efektif apalagi dipihak ketigakan, terhitung semacam biaya sewa, sehingga desa terima bersih termasuk pemerintah desa tak repot jika ada kerusakan sebab menjadi tanggungjawab perusahaan penyedia jasa internet.

“Kalau anggaran yang tersedia kurang, internet desa ini akan dilakukan secara bertahap, untuk tahun depan kita layani daerah atau desa yang telah memiliki jaringan seluler dan listrik. Yang belum ada, direncanakan untuk tahun berikutnya lagi.” sebut M. Ridwan.

Kepala Dinas Komunikasi Persandian dan Statistik (DKIPS) Pemprov Sulbar, Muzakkir Kulasse mengatakan, pada prinsipnya Dinas Kominfo Sulbar siap untuk mensukseskan program Marasa dan OVOP. Internet, kata Muzakkir juga akan turut mendorong kemajuan desa, apalagi di era sekarang ini yang mana ukuran kemajuan itu juga diukur dari kemampuan untuk menguasai informasi, pengetahuan dan link atau jaringan. “Internet di desa program MARASA bisa membuka ruang warga desa untuk memiliki itu. Dan kalau rakyat di desa maju maka desa itu otomatis juga akan ikut maju yang berarti Indek Desa Membangunnya juga akan meningkat,” sebut Muzakkir Kulasse.

Program “Marasa” dan “OVOP” diharapakan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat melalui produk unggulan dan mampu merubah status desa dari tertinggal menjadi maju, bahkan mendapatkan status desa mandiri. “ Kominfo siap untuk mensukseskan Marasa dan OVOV. Dengan program internet gratis ini kita harapkan produk unggulan di masing masing desa dapat lebih berkembang sehingga perekokonomian di desa dapat lebih maju dan mandiri” tandas Muzakkir.

 Rus

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here