HYU Mengutuk Keras Pembantaian 31 Pekerja Trans-Papua Di Kab. Nduga

0
6

Metrosulbar.com – Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Rakyat Cinta NKRI (Gercin-NKRI), Hendrik Yance Udam (HYU) menyatakan turut berduka cita yang mendalam atas terbunuhnya 31 Pekerja jalan trans-papua di Kabupaten
Nduga Provinsi Papua yang dibantai secara keji oleh Kelompok Sipil Separatis Bersenjata (KSSB) di Papua.

“Ini merupakan pelangaran berat HAM yang harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum serta para penggiat HAM Lokal, Nasional dan Internasional,” tegas HYU dalam keterangan persnya di Sekretariat Kantor Pusat Jakarta, Jum’at (7/12/2018).

Selain itu HYU memberikan apresiasi sebesar-bersarnya kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo yang sudah bergerak cepat untuk menangani kasus pembantaian 31 pekerja yang dibunuh secara sadis oleh KSSB di
Nduga, Papua dengan memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk turun ke Papua melakukan penyelusuran.

Menyikapi pembantaian tersebut, Kami Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (Gercin-NKRI) mendukung pemeritah dalam hal ini TNI/POLRI untuk menangkap para pelaku kejahatan kemanusian Kelompok Sipil Separatis Bersenjata (KSSB) yang selama ini membuat onar di wilayah Papua, terlebih khusus di wilayah pegunungan tengah Papua.

“Kepada para penggiat HAM lokal, Nasional dan Internasional untuk segera bersuara mengutuk aksi pembantaian 31 warga pekerja trans papua yang di bantai secara sadis oleh KSSB,” tegas HYU.

Dia, Ketua DPN Gercin NKRI mengajak, Kepada para elit-elit politik nasional untuk tidak berspekulasi dalam mengeluarkan stetemen yang dapat mengakibatkan kegaduan politik di tanah air terkait situasi keamanan paskah penembakan 31 orang oleh KSSB.

“Elit-elit politik nasional maupun lokal kiranya dapat menahan diri untuk tidak berspekulasi dalam mengeluarkan stetemen yang menuduh satu sama lain, namun berikanlah sepenuhnya tanggung jawab kepada aparat TNI dan Polri untuk dapat menyelesaikan persoalan tersebut dengan tegas, bijaksana serta mengungkapkan para pelaku tersebut dan menghukumnya dengan UU yang berlaku di dalam NKRI,” imbuh HYU.

Persoalan papua sudah final dalam bingkai NKRI, untuk itu saatnya kita semua komponen anak bangsa terlebih khusus anak papua untuk bersama-sama menyatukan persepsi membangun papua dalam NKRI.

“Meminta kepada pemerintah pusat maupun pemerintah papua agar supaya dapat memberikan jaminan keamanan kepada setiap para pekerja yang menjalankan pembangunan di Tanah Papua,” tuturnya

Kami mendesak Pemerintah Pusat untuk tidak hanya membangun insfrastruktur jalan dan jembatan di papua namun juga harus dapat membangun infrastruktur SDM dan pemantapan idiologi NKRI di Papua bagi kalangan generasi muda sehingga apapun yang
dilakukan oleh pemerintah untuk membangun NKRI terlebih khusus untuk tanah papua.

Jangan selalu
diperhitungkan dari aspek untung rugi, namun melalui pembangunan tersebut adalah membangun kebangsaan terhadap harga diri bangsa dan mencintai NKRI dari masyarakat,” pungkas Hendrik Yance Udam. (fri)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here