MATENG (METROSULBAR.COM) – Poltekkes Kemenkes Mamuju berupaya membuat terobosan baru dalam dunia akademik. Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang sebelumnya dilakukan secara sendiri-sendiri setiap jurusan di tempat yang berbeda, saat ini menjadi terpusat dan terpadu.

Demikian penyampaian Ibu Zulhaini Sartika, S.Kep, M.Sc saat memberikan laporan mewakili ketua panitia dalam kegiatan penerimaan peserta PKL Terpadu Poltekkes Kemenkes Mamuju tahun 2018 Kegiatan ini bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Mamuju Tengah.

Dosen jurusan keperawatan ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, baik panitia maupun Pemda Mateng yang telah memfasilitasi segala kebutuhan hingga terselenggaranya PKL Terpadu ini.

Sementara itu, Direktur Poltkkes Kemenkes Mamuju, H. Andi Salim, SKM., M.Kes memaparkan tentang masalah stunting di Sulawesi Barat.

“Sulawesi Barat menduduki peringkat ke-3 setelah Aceh dan Papua dalam hal kejadian stunting. Sebuh ironi karena Sulbar sebagai lumbung bahan pangan, seharusnya mampu mengakomodir semua kebutuhan masyarakatnya, termasuk kebutuhan gizi yang cukup” paparnya.
“PKL Terpadu Poltekkes Mamuju pertama kali dilaksanakan dan diharapkan mampu mengatasi masalah di masyarakat melalui pendekatan berbagai aspek kesehatan, baik dari aspek keparawatan, kesehatan lingkungan, kebidanan dan gizi. Tambah Magister Gizi Universitas Hasanuddin ini.

Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, memberikan respon yang baik terhadap kegiatan ini. Asisten I yang mewakili Bupati saat penerimaan mengatakan bahwa “pelayanan kesehatan adalah pelayanan mendasar nomor 2 setelah pendidikan yang harus disiapkan oleh pemerintah.

Selain itu, Asisten I menambahkan bahwa Mamuju Tengah adalah Kabupaten yang masih berkembang dan butuh banyak pihak untuk membantu terselenggaranya pelayanan kesehatan yang memadai. PKL Terpadu adalah sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu serta memberi kontribusi bagi pelayanan kesehatan mendasar di Kabupaten Mamuju Tengah.

“Kami berharap kerjasama Poltekkes Mamuju dengan Pemda Mamuju Tengah tidak hanya berhenti di PKL Terpadu 2018 ini. Diharapkan akan terus berlanjut, jika perlu semua kecamatan di Mamuju Tengah dijadikan lokasi PKL karena permasalahan kesehatan banyak di daerah pinggiran kota” pungkasnya.
Editor : Rusli Bobatu

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here